PEMBINAAN PPM ZAM-ZAM OLEH DEWAN PAKAR LP2 PP MUHAMMADIYAH

Banyumas, InfoZamZam – Pesantren, sekolah, dan kampus itu menjadi salah satu pilar pengkaderan di Persyarikatan Muhammadiyah. Adapun pilar lainnya, selain Pilar Lembaga Pendidikan yaitu Pilar Keluarga, Pilar Organisasi Otonom Muhammadiyah (ortom) dan Pilar Pemimpin. Hal itu salah satu petikan dari uraian Dewan Pakar LP2 PP Muhammadiyah,  Asep Purnama Bahtiar, S.Ag,. M.Si., dalam kegiatan Pembinaan PPM Zam-Zam yang diikuti segenap pimpinan eksekutif, pimpinan sekolah, kepondokan, bagian pelayanan umum dan pendukung, Kepala Biro dan unit khusus. Kegiatan berlangsung pada Kamis (17 September 2026) di Aula Kampus 3.

Berbicara mengenai Lembaga Pendidikan sebagai pilar pengkaderan, Kang Asep, begitu sebutan akrabnya, memberikan sebuah kisah inspir

Pembinaan
Pembinaan

atif tentang sepak terjang Pendiri Persyarikatan Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan di periode perintisannya.

Menurut Dosen Syariah UMY ini, bahwa yang dibangun pertama oleh Pendiri Muhammadiyah, itu bukan organisasi ataupun Lembaga Pendidikan. Melainkan beliau membangun langgar (mushalla).

“Tampaknya seperti bercanda kan? Justeru dengan membangun Langga

r, yang dikenal dengan Langgar Kidul KH Ahmad Dahlan itu, di situlah konsep Pendidikan Muhammadiyah itu berada. Dimana yang dilihat bukan semata bangunan fisiknya, bukan dalam pengertian kurikulumnya, tetapi pengisian jiwanya dan ruhaninya. Yakni upaya membersihkan hati, pengisian aspek sepiritual santri,” terangnya.

Dari situ dapat ditarik pembelajaran menganai konsep ilmu adalah cahaya. Dimana konsep ilmu ini yang menjadi bagian dari kekhasan Pesantren Muhammadiyah.

Selain itu, Kang Asep juga menjelaskan mengenai ekosistem pesantren yang dipahami sebagai lingkungan tempat belajar para s

Pembinaan

antri. Tentunya berkaitan dengan banyak aspek. Baik internal pesantren maupun eksternal pesantren.

“Pesantren sebagai lembaga pendidikan seharusnya tidak terasing atau menyendiri. Karena sebagai sebuah ekosistem maka harus berinteraksi dengan dunia luar. Dalam membangun lingkungan pesantren ini sebagai sebuah sistem kehidupan yang tertata dan teratur,” katanya.

Berkenaan dengan Pesantren Muhammadiyah sebagai wadah pengkaderan, lanjut Kang Asep, maka ekosistem yang utama salah satunya pada konsep pengkaderan. Yakni memudahkan membangun ekosistem yang menjadikan santri sebagai bagian yang penting untuk pengkaderan dalam konsep Persyarikatan Muhammadiyah. *h

Informasi Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Sosial Media

4,985FansSuka
3,802PengikutMengikuti
5,719PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

informasi Terbaru