#Pertemuan Wali Santri SMP

Banyumas, InfoZam-Zam- Sinergi antara wali santri, santri dan segenap elemen pendidikan di MBS Zam-Zam harus disadari niat ikhlas dan diyakini sebagai amanah suci. Sekalipun berat, tetapi harus dipikul secara jamaah untuk mewujudkan out put santri SMP MBS Zam-Zam sebagai generasi Genius Brilian. Kepala SMP MBS Zam-Zam, Ustazah Evy Nurhidayati, S.Pd., menyampaikan ajakan itu kepada segenap wali santri dalam pertemuan yang digelar papda Sabtu dan Ahad (05-06 September 2026) di Aula kampus 3.
Adapun untuk mewujudkan visi utama, yakni generasi unggul, santun, berkarakter Islami, global dan peduli lingkungan (Genius Brilian) ini secara taktis dan praktis dilakukan melalui Sembilan langkah terstruktur, sebagai investasi masa depan.
“Yakni dari hafalan Al Qurán di pagi hari, English Camp di siang hari, kemandirian Adiwiyata, hingga kegembiraan Saturdate, seluruh elemen pesantren MBS Zam-Zam didesain secara presisi untuk menyeimbangkan adab, ilmu dan keterampilan,” terangnya.
Selaku Kepala SMP, Ustazah Evy mengajak kepada Bapak/ Ibu wali santri untuk bersinergi, melakukan langkah bersama untuk memastikan setiap jejak putra-putrinya di MBS Zam-Zam adalah langkah menuju keberhasilan dunia akhirat.
Dalam pertemuan itu, juga diisi dengan Parenting Wali Santri pada hari sabtu disampaikan oleh Wadir 1 MBS Zam-Zam, Ustaz Semi Priyatno, S.Pd., sedangkan pada hari Ahad, disampaikan oleh Skretaris Mudir, Ustaz Rosyid Al Faruq, S.Psi. Selain itu juga penyampaikan program SM MBS Zam-Zam dari kepala SMA MBS Zam-Zam, Ustaz Pandi Yusron, B.Sh., M.H., dan sambutan dari Badan Pembina Pesantren oleh Drs. H. Tohar, M.Si.
The Power of Love
Ustaz Rosyid dalam Parenting Wali santri menyampikan paparan tentang Mengasuh dengan Cinta (The Power of Love). Dalam salah satu uraiannya, disebutkan bahwa dua dampak yang bisa ditimbulkan dari cara tersebut. Dimana ada kepengasuhan dengan cinta yang membangkitkan dan cinta yang mematikan.
“Hal-hal yang membangkitkan s
eperti membangun rasa percaya; Membuat anak merasa aman; mendorong anak berani mencoba; mengembangkan potensi dan bakat; dan m

embentuk hubungan yangd ekat,” urainya.
Sebaliknya, cinta yang mematikan itu dapat disebebkan oleh sikap terlalu memanjakan; selalu memenuhi keinginan anak; terlalu mengontrol; menghindarkan anak dari masalah; dan menuntut secara berlebihan.
“Cinta orang tua adal

ah kekuatan. Ia dapat membangkitkan potensi anak, tetapi cara mencintai yang keliru dapat mematikan potensi tersebut,” pungkas Ustaz Rosyid. *h



