27.6 C
Purwokerto
Rabu, 30 November 2022
spot_img

Talk Show IPM Putra Pontren Modern Zam-Zam Muhammadiyah

BUDAYA BACA TINGGI DAPAT MENINGKATKAN TARAF HIDUP

(INFO ZAMZAM) – Mewujudkan budaya membaca itu membutuhkan waktu dan tempat  tersendiri yang memang kadang sulit dicari.  Apalagi pada era kemajuan dan kecanggihan teknologi informasi yang lebih memanjakan manusia sehingga banyak yang terlena. Siapa pun pasti gemar nonton televisi, mendengarkan radio, gayeng bermain gadget atau asyik berjam-jam di depan komputer. Semua itu lebih mudah dilakukan dan dirasa menyenangkan daripada membaca. Oleh karena   membaca merupakan  kegiatan yang jarang  dilakukan  kalau itu bukan suatu hobi dan kebiasaan yang  telah dipupuk mulai dari awal. Lantas bagaiman kiat mewujudkan kesadaran berliterasi?

 mit3090
mit3090
 mit3161
mit3161

Peduli akan hal itu, terutama agar terwujudnya budaya membaca di kalangan aktifis Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) khususunya dan santri Pontren Modern Zam-Zam Muhammadiyah pada umumnya, lantas digelarlah ‘Talk Show bertajuk ‘Meningkatkan Kualitas Literasi Pelajar Melalui Dunia Jurnalistik  sebagai Respon di Era Society 5.0’ oleh PR IPM Putra Pontren Modern Zam-Zam Muhammadiyah Cilongok pada Sabtu (17/09) lalu bertempat di aula Kampus 1, dengan mengundang tiga narasumber yaitu Ketua Bidang PIP PW IPM Jateng, Maulana Ahmad Fakhrezi, Ketua Umum PD IPM Banyumas, Akyas Gusmiami, dan  Co Founder Lentera Cendekia, Ihza Amanullah P. S.H., dan Prima Sakti dari PR IPM Zam-Zam Putra sebagai Moderator.

Terkait upaya mewujudkan budaya literasi, Maulana Ahmad Fakhrezi mengatakan bahwa seseorang tidak bisa berubah seketika termasuk dalam hal mewujudkan budaya membaca. Maka kesadaran itu perlu dibangun secara terus menerus. Agar budaya membaca itu bisa terwujud. Salah satu caranya, dimulai oleh setiap individu untuk membaca setiap hari secara rutin selama 30 harian.

“Maka coba paksakan teman-teman untuk membaca setiap hari, meski hanya selembar atau dua lembar. Rutin selama 30 hari. Entah selesai atau tidak selesai, entah paham atau tidak paham, yang penting baca. Karena membaca saja, setidaknya kita telah melatih mata untuk bertahan ketika membaca. Maka Insya Allah jika membaca secara rutin tanpa jeda, maka teman-teman akan merasakan nikmatnya membaca,” urainya.

Sedangkan hakekat kegiatan membaca buku sebagai bagian literasi, bagi Akyas Gusmiami merupakan budaya qur’ani yakni budaya perubahan dari kegelapan menuju terang benderang. “Literasi adalah Pencerahan. Agama Islam yang kita yakini adalah agama pencerahan. Baik kepada setiap individu dan masyarakat. Buktinya, surat yang pertama turun adalah Al ‘alaq. Disebutkan Iqra yang juga mengandung makna secara kontekstual, agar Nabi Muhammad membaca realitas sosial yang ada di sekitar jazirah Arab  pada saat itu,” urai Akyas.

Wujud kegiatan berliterasi itu luas. Oleh Maulana dijelaskan bahwa kegiatan literasi tidak semata-mata hanya membaca buku. Lantas manfaatnya? “Dengan kesadaran literasi yang tinggi maka akan dapat meningkatkan taraf hidup kita di masa mendatang,” katanya tegas.

Sebagaimana digambarkan secara kausalitas oleh Co Founder Lentera, katanya, dengan memperluas pergaulan maka kita telah memiliki kesadaran untuk meningkatkan kapasitas diri kita. Dengan bergaul dan memperluas pertemanan dan meningkatkan keilmuan kita, maka akan semakin menambah asupan gizi otak kita. Sehingga pengetahuan yang dimiliki semakin berkembang.

Tapi bagaimana kiat mewujudkan budaya literasi itu? Maka Maulana Ahmad membagikan kiatnya. Katanya, seseorang tidak bisa berubah seketika termasuk dalam hal mewujudkan budaya membaca. Maka kesadaran itu perlu dibangun secara terus menerus. Agar budaya membaca itu bisa terwujud. Salah satu caranya, dimulai oleh setiap individu untuk membaca setiap hari secara rutin selama 30 harian.

“Maka coba paksakan teman-teman untuk membaca setiap hari, meski hanya selembar atau dua lembar. Rutin selama 30 hari. Entah selesai atau tidak selesai, entah paham atau tidak paham, yang penting baca. Karena membaca saja, setidaknya kita telah melatih mata untuk bertahan ketika membaca. Maka Insya Allah jika membaca secara rutin tanpa jeda, maka teman-teman akan merasakan nikmatnya membaca,” pungkas Maulana. (h)

Informasi Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Sosial Media

4,985FansSuka
3,802PengikutMengikuti
5,719PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

informasi Terbaru