Tim  Media Informasi & Teknologi (MIT) dan Humas Pondok Pesantren Modern (PPM) Zam Zam Muhammadiyah Cilongok melakukan studi banding ke Kampus Tecnopreneur Universitas Amikom Purwokerto pada Kamis (26/08/2021). Kabag MIT, Ustadz Agam Saiful Iman, A.Md. Kom  dan Kabag Humas, ustadz Mujid Adi Nurrakhman, S.Kom., beserta  rombongan diterima  oleh Kepala Produksi Ampu Studio, Argiyan Dwi Pritama, S. Kom. M. MSI. Setelah saling mengenalkan dilanjutkan dengan penjelasan ringkas mengenai studio dengan seperangkat camera equipment (peralatan camera) dan berbagai aksesoris serta fungsinya. Dari kebutuhan primer/ standar sebuah studio hingga yang lengkap sampai kepada perbandingan kualitas setiap item alat, hal itu sangat berkaitan dengan tinggi rendahnya harga.

“Studio kami di sini sangat dinamis. Alat-alat yang ada hampir semua ready. Meski secara ukuran studio boleh dibilang kecil, tetapi kebutuhannya sangat banyak,” terang Mas Argi mengawali perbincangan. Rombongan dibagi menjadi dua kelompok. Meliputi kelompok  untuk sharing tentang studio baik tentang kegiatan syuting video, podcast, fotografi serta peralatan hingga aksesori yang diperlukan. Satu kelompok lagi lebih khusus mengenai broadcasting yakni program siaran radio serta peralatan pendukung yang diperlukan.

Dari sejumlah hasil karya videography baik yang proses perekaman, kemudian dilakukan editing hingga tayangan video secara langsung (live), keduanya telah diunggah melalui content Channel You Tube: Ponpes Zamzam Official, menurut Mas Argi, hasilnya sudah bagus. Khususnya dari sisi acara, art dan dekorasinya. Adapun kendala yang kerap dialami di lapangan ketika sedang berlangsung pengambilan gambar atau acara live streaming berlangsung, sebagaimana disampaikan Ustadz Mujid, antara lain kendala keterbatasan camera, sound atau hasil suara rekaman, lighting dan terkait persoalan kabel sebagai alat penghubung antar perangkat elektronik yang digunakan. Baik dari camera ke layar televisi, ke mixer audio ketika tayangan sedang berlangsung melalui media zoom meeting maupun youtube.

Dari sejumlah informasi dan berbagi pengalaman baik terkait jam terbang maupun keberadaan alat yang telah dimiliki oleh PPM Zam Zam, setidaknya ada beberapa catatan yang perlu diprioritaskan untuk mengatasi persoalan yang kerap dihadapi. Antara lain: Pertama, perlunya ada studio permanen agar set dan decorasi interior dapat dibuat sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan tempat syuting. Lemari kedap udara untuk camera dan peralatan lainnya sebaiknya berada atau menyatu dengan studio. Selain studio itu telah dibuat agar kedap suara juga ada AC / alat pendingin ruangan sebagai bagian kebutuhan perawatan peralatan.

“Seperti camera mirrorless itu kelemahannya jika dipakai di outdoor atau luar ruangan berhawa panas dan tidak tahan untuk dipakai terlalu lama. Sebaiknya hanya dipakai dalam studio dengan suhu rendah. Kalau kabel HDMI itu sebaiknya gunakan yang pendek-pendek saja. Jika di atas 5 – 10 meter sangat berisiko dengan hasil tangkapan gambar,” paparnya.

Selain itu, terkait dengan rencana radio siaran, disarankan untuk era sekarang sebaiknya menggunakan radio digital. Selain jangkauan lebih lintas sektoral juga pendengar dapat terdeteksi. Di penghujung acara dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan dan berfoto bersama. (h)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *