(PPM ZAMZAM) – Kepala Puskesmas Cilongok 1, dr. Nurul Eka Santi bersama Tim medis mengunjungi sejumlah pesantren yang ada di wilayah Kecamatan Cilongok dalam rangka melihat secara langsung penerapan Pola Hidup Sehat dan Bersih (PHBS) di lingkungan pondok. Jadwal kunjungan Kepala Puskesmas bersama lima tim medis ke Pondok Pesantren Modern (PPM) Zamzam Muhammadiyah Pernasidi diterima langsung oleh Direktur PPM Zamzam, Ustadz Arif Fauzi, S.Pd.I., Lc., dan Ustadz M. Thoriq Nur I. S.Pd.I., selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19, serta petugas UKP pada Kamis, (8/10/2020) di kantor direktur.


Salah satu tujuan dari kunjungan ini, sebagaimana dijelaskan melalui resume hasil kunjungan yang disampaikan oleh Ustadz Thoriq di antaranya mengenai penerapan PHBS di PPM Zamzam, khususnya selama kegiatan belajar mengajar di masa New Normal dan usaha-usaha pencegahan pandemi Covid-19, seperti penerapan kedisiplinan melaksanakan protokol kesehatan bagi seluruh masyarakat pesantren.
Selain pengisian jawaban dari 20 pertanyaan terkait PHBS yang disampaikan oleh dr. Nurul, juga ada tinjauan langsung ke lapangan yang dilakukan oleh para petugas kesehatan yang masing-masing melakukan pengecekan secara langsung ke lingkungan pesantren dengan didampingi oleh petugas Gugas Covid-19 dan UKP PPM Zamzam.


Seperti yang dilakukan oleh dua petugas yakni Dewi Probowati dan Sri Marheni, mereka berkeliling meninjau kondisi sejumlah tempat pembuangan sampah (tong sampah) yang ada di depan kelas, tempat cuci tangan, mengecek MCK dan sistem pembuangan air limbah, menanyakan sumber air bersih, mengamati kondisi ruang kelas, kamar santri, dapur dan kantin. Baik di lingkungan pondok putra maupun pondok putri. Adapun petugas UKP yang mendampinginya menjelaskan atas pertanyaan sesuai juknis yang ada yaitu Ustadzah Aprilliyani Isnaeni Hidayah, A.Md. Keb., Ustadzah Indah Khusnul, K. Amd. Keb., dan Ustadz Muhammad Rizki Pristiono, S.Kep. Ns., serta Ustadz M. Ghozi yang mewakili petugas gugas Covid-19.


Menurut Ustad Thoriq, di antara saran-saran yang disampaikan dr. Nurul yaitu agar para santri di kamar dan di kelas harus menggunakan masker. Begitu juga para ustadz yang mengajar juga harus menggunakan masker, serta para musyrif dan mudabbir pun demikian. (h)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *