(INFO ZAM ZAM) – Tes penerimaan calon santri baru Pondok Pesantren Modern  (PPM) Zam Zam Muhammadiyah Cilongok berlangsung secara online. Kegiatan diikuti para calon santri pendaftar pada gelombang ke 2, yang berlangsung pada Ahad, (27/02/2022) sebanyak 200 lebih calon santri baik untuk formasi SMP maupun SMA. Hal itu disampaikan oleh Kabag Humas PPM Zam Zam Muhammadiyah, Ustadz Mujid Adi Nurrahman, S. Kom.

“Jumlah calon santri yang daftar pada gelombang ke 2 sebanyak 213 anak. Namun ketika tes berlangsung, ada beberapa pendaftar yang berhalangan ikut,” kata ustadz Mujid selaku Ketua Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB) tahun ajaran 2022-2023.

Dijelaskan, sebagaimana terdapat di brosur-brosur dan media informasi lain terkait PSB, tercantum bahwa jenis tes bagi calon santri untuk gelombang ke 2 sama dengan sebelumnya yang meliputi Tes Tulis terdiri dari mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, PAI dan Bahasa Arab. Sedangkan untuk Tes lisan meliputi Tahfidz, Baca Al Qur'an dan Doa Sholat.

Terkait kegiatan ini, pada Sabtu (26/02/2022) para wali calon santri telah mengikuti sosialisasi secara virtual mengenai tes penerimaan dan hal-hal yang berkaitan dengan profil pondok serta program umum oleh Direktur PPM Zam Zam, Ustadz Arif Fauzi, Lc., M.Pd., dan ustadz Wartono, S.P.   

Dikatakan Direktur, bahwa PPM Zam Zam pada awal beroperasi, tahun 2009, dimulai dengan membuka satuan pendidikan tingkat SMP, beberapa tahun berikutnya membuka satuan pendidikan tingkat SMA. Hingga kini di usia ke-13 jumlah santri mencapai 1830.

“Kita sangat berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Pondok Pesantren Modern  Zam Zam Muhamamdiyah Cilongok,  dengan harapan nanti bisa memberikan manfaat seluas-luasnya.  Dapat mengantarkan santri, ketika mondok di Zam Zam sehingga sukses di bidang akademik, namun tidak melupakan kisi-kisi kompetensi yang lain, untuk mendorong suksesnya putra putri Bapak Ibu sekalian ke tingkat yang lebih tinggi lagi,” kata Ustadz Arif.

Dijelaskan, Program PPM Zam Zam Muhammadiyah Cilongok  adalah 6 tahun, dimulai dari pendidikan di tingkat SMP 3 tahun dan SMA 3 tahun. Sehingga kompetensi yang insyaallah didapat oleh anak-anak selama enam tahun ini bisa benar-benar maksimal. Berbeda yang mondok 3 tahun sejak di SMA atau tiga tahun di smp kemudian keluar, maka ini sangat sulit untuk mendapatkan kompetensi atau profil santri / alumni yang bisa dibanggakan.

“Kami berharap kepada bapak-ibu setelah menentukan pilihan untuk putra putrinya mondok di PPM Zam Zam agar tidak ragu lagi dan all out mendukung putra-putrinya hingga lulus enam tahun,” anjurnya. (h).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.