(PPM ZAMZAM) – Stadium Generale santri SMP-SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Zamzam berlangsung sejak Selasa – Sabtu (14 – 18/ 07/ 2020). Materi disampaikan secara daring (virtual) namun penyajiannya terpisah antara santri putra dan putri. Satu pemateri masing-masing dua kali penyampaian. Materi itu meliputi; ‘Pentingnya Penguasaan Bahasa Asing Bagi Generasi Millenial disampaikan ustadz Mansur Hidayat, Lc., ‘Sejarah PesantrenMu Serta Perannya dalam Menjaga Agama dan NKRI’ oleh ustadz Semi Priyatno, S.Pd.,

Pada hari kedua, materi ‘Fikih Kurban dan Idul Adha di Era Pandemi’, oleh ustadz Muhammad Rifa’i, Lc., Fikih Haid dan Amalan-Amalan Wanita yang Sedang Haid’ oleh ustadz Hendi Yudi Saputra, S.Pd., ‘Menjadi Penghafal Al Qur’an di Era Millenial’ oleh ustadz Jamaluddin Al Afghani, S.Pd., ‘Remaja Rabbani Sebagai Pembangun Peradaban yang Unggul dan Berkemajuan’, oleh ustadz M. Thoriq Nur Ihsan, S.Pd.I., dan ‘Bagaimana Meraih Cita-Cita?’ oleh ustadz Drs. H.M. Djohar, M.Pd.

Hari pertama Selasa (14/07/2020) materi untuk Putra ‘Pentingnya Penguasaan Bahasa Asing Bagi Generasi Millenial’, oleh Ustadz Mansur Hidayat, Lc. Sedangkan santri putri materi ‘Sejarah PesantrenMu serta Perannya Dalam Menjaga Agama dan NKRI’ oleh ustadz Semi Priyatno, S.Pd. Dalam uraiannya ustadz Semi Priyatno menjabarkan mengenai definisi pondok pesantren, jenis-jenis pesantren, pengertian NKRI, Kontribusai Ponpes pada masa Awal Kedatangan Islam, Kontribusi Ponpes Pada Masa Penjajahan Belanda dan Jepang, Kontribusi PonpesMu pada Masa Kemerdekaan dan Orde Lama. Kontribusi PesantrenMu pada Masa Orde Baru, Kontribusi PesantrenMu pada Masa Reformasi.

“Pada masa orde baru Pesantren Muhammadiyah banyak bermunculan seperti Muhammadiyah Boarding School di Paciran Lamongan dan juga Pondok Pesantren Muhammadiyah di Karangasem Lamongan. Ponpes Darul Arqam Muhammadiyah Garut juga berdiri di masa orde baru (1976), alumninya sudah banyak berkiprah di masyarakat seperti yang kini populer yaitu Ustadz Adi Hidayat, beliau alumni dari ponpes tersebut. Sedangkan di masa Orde Baru juga Ketua PP Muhammadiyah (1968-1990) KH. Abdurrozak Fachrudin merupakan alumni Mu’alimin Muhammadiyah Jogyakarta. Beliau tokoh yang sangat dekat dan dikagumi Presiden Soeharto,” terangnya.

Dicontohkan juga, pada masa Reformasi telah memunculkan sejumlah nama tokoh yang tidak lepas dari peran pendidikan pondok pesantren, baik langsung maupun tidak langsung. Seperti Mantan Ketua MPR, Amien Rais, mantan Presiden RI ke-4, KH Abdur Rahman Wahid, Dr. Hidayat Nur Wahid, KH Hasyim Muzadi, Hamzah Haz, Nurcholis Madjid, dan budayawan Emha Ainun Najib. Mereka pernah mengenyam pendidikan pesantren. Sedangkan Buya Syafi’i Ma’arif adalah tokoh nasional, beliau juga alumni Mualimin Muhammadiyah Yogjakarta.

Kepala Bagian Bahasa PPM Zamzam Muhammadiyah ustadz Mansur Hidayat, dalam materinya beliau menegaskan agar santri secara sungguh-sungguh dapat menguasai Bahasa Asing minimal Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Diharapkan semua santriwan dan santriwati selalu sadar bahwa Pondok menginginkan hasil terbaik untuk mereka, salah satunya dengan mewajibkan semua santri untuk terbiasa berbahasa baik percakapan ataupun tulis.
Belajar bahasa asing di pondok pesantren adalah basic untuk ilmu pengetahuan mereka kelak, harapannya setelah selesai dari pondok dapat melanjutkan ke berbagai kampus terbaik, baik dalam ataupun luar negeri, salah satu kampus yang favorit untuk anak-anak Indonesia adalah Islamic University of Madinah dan Al Azhar University bagi mereka yang akan melanjutkan studi di bidang Syariah Islamiyah. Bagi mereka yang menginginkan untuk belajar sains dan ilmu pengetahuan lainnya bisa melanjutkan di berbagai kampus yang terkenal pula salah satunya Cambridge University.
Mengutip ucapan sahabat Umar bin Khattab, ‘Pelajarilah bahasa Arab, karena ia adalah bagian dari agamamu.’ Faktanya, bahasa Arab adalah bahasa paling mulia dan tertua yang masih digunakan sampai saat ini. Bahasa yang digunakan oleh para Nabi dan kelak akan digunakan oleh penghuni surga.

“Jadi belajar bahasa Arab sangatlah penting, terutama bagi seorang muslim, sebab Kitab Suci Al Qur’an dan Hadist Nabi yang menjadi rujukan bagi setiap muslim dalam menjalankan ibadah, bahkan kehidupan sehari-hari menggunakan bahasa Arab,” tegasnya.

Alasan kenapa santri harus belajar bahasa asing, agar mereka dapat bersaing di masa depan di kancah internasional. Sedangkan urgensi menguasai bahasa Arab: Pertama, Bahasa al Quran. Kedua, Bahasa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan para sahabat. Ketiga, Bahasa para ulama yang menuliskan ilmu-ilmu agama. Sedangkan alasan pentingnya menguasai Bahasa Inggris disebutkan ada empat alasan: Pertama, Language of business (bahasa berbisnis). Kedua, Language of communication (bahasa berkomunikasi). Ketiga, Language of entertainment (bahasa untuk hiburan). Keempat, Language of internet (bahasa internet). (h)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *