24.6 C
Purwokerto
Rabu, 30 November 2022
spot_img

SERUAN RESOLUSI DAN AMANAT JIHAD: Mempertahankan NKRI itu Fardhu ‘Ain

Di penghujung amanatnya, Ustad Arif menegaskan lagi bahwa menjadi santri adalah mulia. Menjadi santri adalah pilihan, karena santri adalah InsyaAllahu ta’ala sedang diproses untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Tidak menjadi orang yang sekuler, yang hanya fokus kepada urusan dunia. Termasuk harapan dari para orangtua agar kelak menjadi sosok imaman lil muttaqiin (pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa).

img 5723
img 5723

(INFO ZAMZAM) – Upacara Akbar peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2022 Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Muhammadiyah Cilongok berlangsung khidmat dan lancar dipimpin Direktur Pontren Modern Zam-Zam Muhammadiyah, Ustadz Arif Fauzi, Lc., M.Pd. di lapangan Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok, Banyumas pada Sabtu (22/10/2022).img 5726 Peserta upacara terdiri dari seluruh santri Pontren Modern Zam-Zam Muhammadiyah baik putra dan putri dari Kampus 1 dan 2 Desa Pernasidi, Cilongok dan Kampus 3 Desa Karanglo, Cilongok. Tokoh masyarakat, Dewan Pembina  Pontren Modern Zam-Zam, Perwakilan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah, dan Forkompincam Kecamatan Cilongok. Dalam upacara tersebut, Direktur Pontren Modern Zam-Zam, Ustadz Arif Fauzi menyampaikan pentingnya perayaan dan peringatan Hari Santri Nasional serta menegaskan pentingnya kewajiban mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagaimana diamahkan dalam Resolusi Jihad dan Amanat Jihad, di hadapan 1845 santri dari tiga kampus yang dipimpinnya.

“Kita menyimak adanya sejarah, bahwa ketahanan Negara Kesatuan Republik Idonesia telah dikumandangkan dan diproklamasikan oleh Ir. Soekarno- Hatta. Setelah beberapa bulan berikutnya muncul gejolak di beberapa daerah, dikarenakan adanya pendaratan tentara Belanda, Inggris dan beberapa tentara Jepang. Sehingga membuat suasana NKRI menjadi kurang kondusif. Akhirnya Bung Karno berkonsultasi dengan Kyai Haji Hasyim Asy’ari,  juga diikuti dengan Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh Nahdlatul Ulama dan Amanat Jihad yang dikeluarkan oleh Muhammadiyah tahun 1946,” terangnya.

img 5732

Keduanya, lanjut Ustadz Arif, memberikan garisbawah yang cukup penting di antaranya adalah kewajiban mempertahankan NKRI  menjadi sebuah keharusan dan fardhu ‘ain bagi setiap penduduk Indonesia. Sehingga KH Hasyim Asy’ari saat itu  di depan para santrinya, para ulama dan tokoh-tokoh masyarakat  bersepakat untuk mempertahankan negara ini sampai kepada titik darah penghabisan.

“Dan atas izin Allah subhanahu wata’ala, para santri juga akhirnya mempertahankan NKRI ini termasuk menjaganya menjaganya dari hal-hal yang akan merusak NKRI ini. Pemahaman-pemahaman yang menyimpang seperti komunis dan lain sebagainya,” lanjutnya menadaskan.

img 5977

Oleh karena itu, masih terkait amanah Direktur kepada santrinya, katanya, apa yang dilakukan ulama-ulama kita pada zaman dahulu juga telah mencontoh para nabi-nabi sebelumnya. Di antaranya adalah Nabi Ibrahim.

img 6000 “Kami berharap di Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Muhammadiyah Cilongok ini muncul santri-santri yang selain menguasai ilmu agama sebagai bekal hidup di dunia ini, agar selamat juga di akhirat. Tetapi juga mampu mengisi kemerdekaan  dengan segala potensi dan kemampuan serta keterampilan yang dimiliki. Sehingga negara ini menjadi negara yang bermartabat dan dipimpin oleh orang-orang yang amanah. Di antaranya adalah dari pondok pesantren,” panjat Ustadz Arif.

Menurutnya, perjuangan mendirikan pondok pesantren sebelum kemerdekaan sudah mulai sejak abad 15 meskipun belum muncul nama pondok pesantren. Baru pendidikan agama dilaksanakan dengan model yang cukup sederhana. Namun, kesederhanaan itu tidak mengurangi esensi yang sangat penting yaitu bertafakuh fiddin, dan menjadi pemimpin di negeri ini. Dan Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Muhammadiyah Cilongok  sebagaimana nasihat daripada pembina dan para pendiri, diharapkan juga sejak berdirinya di tahun 2008, yang pada sat itu mungkin satu-satunya Pondok Pesantren Muhammadiyah di Banyumas. Saat itu baru 24 orang santri, hingga kini kita bisa menyaksikan telah berdiri kampus 1,2 dan 3 dengan jumlah santri dan alumni yang cukup besar. Dan sudah mengisi peran-peran dan andil di masyarakat. Sedangkan kontribusi mereka adalah nyata.

“Ini merupakan usaha yang sangat keras dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah Cilongok berserta badan pembina pesantren, warga Muhammadiyah serta didukung oleh Pemerintah Kecamatan Cilongok,” tandasnya.

Di penghujung amanatnya, Ustad Arif menegaskan lagi bahwa menjadi santri adalah mulia. Menjadi santri adalah pilihan, karena santri adalah InsyaAllahu ta’ala sedang diproses untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Tidak menjadi orang yang sekuler, yang hanya fokus kepada urusan dunia. Termasuk harapan dari para orangtua agar kelak menjadi sosok imaman lil muttaqiin (pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa).

Dalam upaca akbar ini, kata PJ kegiatan, ustadz Dwi Sepri Muanang, S.Pd., sebagai petugas pengerek bendera dari Paskibra SMA MBS Zam-Zam kelas 10 dan kelas 11. Sedangkan pemimpin upacara Ahdan Lutfi klas 12. Usai upacara para santri dari setiap perwakilan kampus 1,2 dan 3 menampilkan sejumlah atraksi seni. Ada drumband, pencak silat, tarian nasional, dan hadrah. (h)

Informasi Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Sosial Media

4,985FansSuka
3,802PengikutMengikuti
5,719PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

informasi Terbaru