27.3 C
Purwokerto
Selasa, 04 Oktober 2022
spot_img

Penerapan Kurikulum Merdeka: SEMINAR KIAT CEGAH PERUNDUNGAN DI PESANTREN

(INFO ZAMZAM) – Kurikulum Merdeka mulai diterapkan kepada siswa/ santri kelas 7 SMP dan kelas 10 SMA MBS Zam-Zam — Pontren Modern Zam-Zam Muhammadiyah Cilongok—pada Tahun Ajaran 2022- 2023. Salah satu penunjangnya berupa kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kegiatan ini sedang berlangsung dimulai Senin – Senin (5 – 17/09/2022). Menurut Koordinator Projek P5, Ustadz Arif Mubarak, S.Si., menjelaskan bahwa kegiatan P5 masuk dalam penilaian berbasis proyek  serta masuk dalam raport tersendiri. Sesuai tuntunan Kurikulum Merdeka, bukan hanya pengetahuan serta sikap yang dinilai. Namun, pembelajaran juga difokuskan untuk proyek.

 Mit0538  Mit0550

“Dalam pelaksanaan kegiatan P5 ini para santri dilibatkan secara aktif sebagai upaya pembentukan pribadi Pancasila dengan karakter berakhlak, gotong royong, serta kebebasan bereksplorasi,” kata Ustadz A. Mubarak.

Selain itu, tujuan P5 untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran. Untuk tinglkat SLTA, lanjut dia, kegiatan P5 dilaksanakan oleh seluruh santri kelas 10 SMA MBS Zam-Zam, dimana dalam dua pekan pelaksanaannya itu, masing-masing di akhir pekan minggu pertama dan kedua dilangsungkan acara gelar karya untuk 2 tema yang diambil. Adapun tema pekan pertama (5-10 September: Bangunlah Jiwa dan Raganya. Sedangkan tema pekan kedua (12-17 September) tentang Gaya Hidup Berkelanjutan.

Pada Senin (05/09) baik santri putra maupun putri SMA MBS Zam-Zam mengikuti seminar tentang kiat “Mencegah Perundungan di Pesantren’ salah satu pematerinya, ustadz M. Wafiq Firdaus Izmi Azis, S.Sos,. MA. Pematari santri putri oleh Ustadzah Melsani, S.Sos,m MA., Dikatakannya, Perundungan atau bullying merupakan perilaku tidak menyenangkan baik secara  verbal, fisik, ataupun sosial di dunia nyata maupun  dunia maya yang membuat seseorang merasa  tidak nyaman, sakit hati dan tertekan baik dilakukan oleh perorangan ataupun kelompok. “Perundungan dianggap telah terjadi bila seseorang merasa  tidak nyaman dan sakit hati atas perbuatan orang lain padanya. Perundungan bisa diibaratkan sebagai benih dari banyak kekerasan lain, seperti tawuran,  intimidasi, pengeroyokan, pembunuhan, dan lainnya,” paparnya. (h)

Informasi Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Sosial Media

4,985FansSuka
3,802PengikutMengikuti
5,719PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

informasi Terbaru