27.3 C
Purwokerto
Selasa, 04 Oktober 2022
spot_img

MUHADHOROH MENGASAH KEMAHIRAN SANTRI BERORASI

 

 

(INFO ZAM ZAM) –  Opening Muhadhoroh merupakan gebyar kegiatan pembuka dari rangkaian ajang kreativitas bagi para santri dalam hal peningkatan keterampilan dan pengembangan seni berkomunikasi dengan orang lain secara elegan seperti orasi atau dakwah dengan lisan di depan khalayak. Melalui tema ‘Memasifkan Potensi  Santri Menuju Zam Zam Berprestasi’, kegiatan rutin setiap awal tahun ajaran ini digelar oleh Ri’ayah bagian bahasa Pondok Pesantren (Pontren) Modern Zam Zam Muhammadiyah Putri, pada Ahad (7/8) di  aula kampus III. Menurut penanggung jawab acara, Ustadzah Alifia Nur Cahyaningsih, kegiatan Muhadhoroh sebagai salah satu ajang untuk mengembangkan bakat yang dimiliki para santri dalam mengasah kemahiran seni berbicara (pidato). 

“Opening muhadhoroh adalah suatu kegiatan untuk membuka kegiatan muhadhoroh. Yakni ajang meningkatkan kemampuan dakwah para santri. Semua santri di sini adalah kader-kader Muhammadiyah / Aisyiyah yang akan menjadi da’i kepada masyarakat. Semua santri harus siap menjadi dai,” tegas Kepala Bagian Bahasa.

Dijelaskan, ada beberapa hal utama yang harus dipersiapkan oleh para calon dai. Salah satunya kemampuan public speaking (berpidato). Melalui acara muhadhoroh, kemampuan santri diuji agar ketika sampai pada waktunya terjun di tengah masyarakat para santri sudah tidak ada lagi kata gerogi atau demam panggung. Setelah pembukaan dilanjutkan dengan kegiatan muhadhoroh di setiap kelas pada jadwal pekanan yang telah ditetapkan terutama bagi kelas 7 dan 10.

Kegiatan dibuka oleh sekretaris direktur Pontren Modern Zam Zam Muhammadiyah, ustadz Rosyid A. Faruk, S.Psi. Dalam sambutannya, mengingatkan urgensinya bagi para santri sebagai calon kader persyarikatan dan kader ummat agar menjadi bagian kelompok yang giat mendalami pengetahuan ilmu keislaman dengan mengutip surat At Taubah ayat 122.

“Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya,” urainya.

Dalam rangkaian acara, perwakilan santri menampilkan kemampuan berpidato, baca puisi dan nasyid dengan tiga bahasa (Bahasa Arab, Inggris dan Indonesia), penampilan tari semaphore oleh Hizbul Wathan dan Tapak Suci Zam Zam putri serta tari Ratoh Jaroe. (h)

Informasi Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Sosial Media

4,985FansSuka
3,802PengikutMengikuti
5,719PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

informasi Terbaru