26.3 C
Purwokerto
Rabu, 11 Desember 2024
spot_img

MOTIVATOR SAID MATONDANG, AJAK PARA GURU MUHAMMADIYAH AGAR MEMBANGUN MONUMEN

(INFO ZAM-ZAM) –  Ajakan itu disampaikan oleh Motivator dan Pendidik, Ahmad Said Matondang, ME.Sy., di  hadapan ribuan guru Muhammadiyah  dalam kegiatan silaturahmi yang diselenggarakan oleh Majlis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas dengan guru dan karyawan Perguruan Muhammadiyah se Banyumas pada Ahad, (14/05/2023) di Kampus 2 asrama putri  Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Muhammadiyah Cilongok, Banyumas.  Menurut Ketua Majlis Dikdasmen PC Muhammadiyah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini, membangun prestasi yang monumental merupakan salah satu ciri dari upaya memujudkan sekolah yang berkah, yakni sekolah yang penuh dengan kabaikan. Hal itu sebagai keniscayaan dari wujud pecapaian keberkahan Ramadan yang telah dijalaninya oleh para pendidik dan karyawan di  setiap satuan pendidikan Muhammadiyah.

img 7634
img 7634
img 7670
img 7670

“Seharusnya, setelah Ramadan, karena kita telah iman dan takwa, khususnya para pendidik di sekolah-sekolah Muhammadiyah, harus mendapatkan predikat sebagai orang-orang yang bertakwa. Seharusnya dan niscaya, kita mendapatkan keberkahan dari langit dan bumi. Sedangkan keberkahan itu datang senantiasa setelah kita bekerja. Karena kita bekerja, Allah, rasul dan orang yang beriman melihat apa yang kita lakukan itu sebagai integritas kita,” urainya.

Mengutip sebuah hadis, Said menjelaskan bahwa menjadi pendidik itu sebuah profesi yang wajib disyukuri, karena telah mewujudkan salah satu sifat kerasulan. “Berbanggalah kita yang ditugaskan menjadi seorang pendidik. Karena seorang pendidik sebagaimana Rasul ditugaskan oleh Allah subhanahu wata’ala  adalah sebagai seorang pendidik. Selanjutnya keberkahan Ramadan harus diwujudkan pula di lembaga pendidikan tempat kita berjuang,” papar  Kepala Sekolah di satuan pendidikan Limau Bendi School, Jakarta.

Lantas bagaimana agar sekolah kita berkah? Mengutip kata Pak Dahlan Rais, kata Said, sekolah yang berkah adalah pertama, sekolah yang terus menerus membangun monumen. Kedua, sekolah yang berkah adalah sekolah yang mampu memanfaatkan momentum atau  kesempatan yang ada, untuk terus-menerus meningkatkan kualitas kita. Ketiga, sekolah yang berkah, menurut tokoh yang lain, adalah sekolah yang terus menerus jumlah anak didiknya meningkat. Disebabkan kepercayaan costumer terus meningkat kepada kita. Karena kalau costumer meningkat kepercayaannya, maka secara otomatis RAKS kita juga meningkat.

“Tentu kita turut bangga bagaimana monumen yang telah dibangun oleh Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Muhammadiyah dengan pencapaian sebagai sekolah terbanyak siswanya kedua di Jawa Tengah. Itu salah satu bentuk monumen yang telah diwujudkan. Sebagaimana para pendahulu kita itu selalu mendirikan monumen-monumen. Seperti Bung Karno telah membangun monumen Gelora, Monumen Nasional,” ungkap Said menyontohkan.

Kegiatan silaturahmi selain disampaikan sambutan panitia, penyampaian ikrar silaturahmi dan sambutan dari PDM Banyumas oleh KH. Drs. Agus Miftah.  Dikatakannya, bahwa guru-guru di lembaga pendidikan Muhammadiyah itu harus menjadi motor penggerak bagi persyarikatan Muhammadiyah di manapun mereka berada. Dalam kegiatan ini juga ditampilkan berbagai aksi kesenian berupa paduan suara dari Mahadia MIM Ajibarang, tarian dari MIM Karanglo, SD Aisyiyah Cilongok, hadroh SMAM 1 Purwokerto, Acapela dan atraksi Tapak Suci dari santri PPM Zam-Zam Muhammadiyah Cilongok seerta penghargaan kepada pendidik. (H)

Informasi Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Sosial Media

4,985FansSuka
3,802PengikutMengikuti
5,719PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

informasi Terbaru