21.5 C
Purwokerto
Selasa, 16 Juli 2024
spot_img

ECOPRINT DAPAT DIJADIKAN EKTRAKURIKULER DI SMA MBS ZAM-ZAM

#Kegiatan P5: Seminar Kewirausahaan 
(INFO ZAM-ZAM) – Siswa/ santri kelas 10 SMA MBS Zam-Zam sudah sepekan mengikuti kegiatan P5 dengan tema kewirausahaan. Pada pekan kedua masih dilanjutkan dengan tema yang sama. Akan tetapi penekannya berbeda. Jika sebelumnya para santri lebih fokus dalam hal keterampilan dan praktik kewiraushaan berupa pengetahuan, pengenalan bahan, cara pembuatan nopia/ mino hingga bagaimana kiat pemasarannya. Pada sesi kedua ini para santri baik putra maupun putri lebih ditantang daya kreativitasanya untuk semakin jeli dan memiliki jiwa wirausaha bahkan sosok manager yang visioner dan memiliki misi dalam mengembangkan suatu bisnis. Caranya melalui pengenalan dan sharing atas keberhasilan dari seorang wirausahawan di bidang bisnis batik ecoprint. Sebagaimana disampaikan Kepala SMA MBS Zam-Zam, Ustadz Pandi Yusron, B.Sh., M.H., bahwa selain para santri mengenal apa dan bagaimana batik ecoprint yang sudah kondang hingga ke mancanegara, para santri juga harus cermat menangkap peluang-peluang usaha sebagaiamana yang telah dilakukan Ibu Iriene Mahardani, Founder Zee Collection selaku narasumber dalam Seminar Kewirausahaan, kegiatan P5 pada Selasa (7/3/2023) di aula kampus putri.
“Selain bisa memahami konsepnya, mengetahui trik bisnisnya, di antara kalian siapa tahu ada yang dapat meneruskan visi misi Bu Iriene. Setidaknya semoga kegiatan ini bisa berkelanjutan menjadi ekstrakurikuler. Bahkan bisa menjadi ekstrakurikuler unggulan. Jika kalian bisa membuat produk yang bagus dan menghasilkan produk unggulan,” papar Ustadz Pandi menyemangati santrinya.
Kepsek sangat menekankan urgensinya kegiatan P5, yang tidak sekadar pelaksanaan tugas atau formalitas dari bagian Kurikulum Merdeka. Apalagi sebatas pada pembautan karya hanya semata-mata memenuhi tugas untuk gelar karya pada waktu yang telah dijadwalkan saja.
“Terpenting bahwa kegiatan P5 ini tujuannya untuk menumbuhkan dan menguatkan karakter. Salah satunya karakter di bidang kewirausahaan. Agar dalam jiwa para santri tumbuh semangat pantang menyerah, kreatif dan penuh inovasi,” tandas Kepsek.
Dalam pengenalan karakter sosok seorang wirausaha, sebagaimana dikatakan Ibu Iriene, hal yang utama adalah siapapun yang ingin menjadi pelaku wirausaha, niscaya di dalam dirinya harus memiliki jiwa kepemimpinan. Yakni jiwa yang punya prinsip. “Seorang pengusaha itu sebenarnya memiliki jiwa lebih mandiri, tidak mudah ela-elu (gampang ikut tak tahu arah tujuan, red.), ia harus teguh dengan visi dan misinya yang diterapkan dari awal,” paparnya.
Sorang berjiwa wirausaha, terbiasa dengan dinamika pemikiran yang selalu aktif. Semisal, sejak awal sudah berpikir membuat apa, caranya bagaimana dan dampaknya seperti apa.
“Catatan penting lainnya, kita sebagai seorang muslim dalam berwirausahapun sudah pasti harus berdampak terhadap amal ibadah kita. Terutama untuk kemajuan umat di sekeliling kita. Karena itu bagian dari kewajiban kita bersama. Dan agar jalan usaha yang kita pilih selalu mendapat keberkahan dari Allah, sudah barang tentu kita wajib selalu mengedepankan etika bisnis sebagaimana yang telah dicontohkan baginda Rasulullah,” tandas Bu Iriene.
Setelah para santri mengikuti sharing dan teori serta tanya jawab terkait pembuatan batik ecoprint, nantinya dilanjutkan dengan praktik pembuatan batik ecoprint. (h)

Informasi Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Sosial Media

4,985FansSuka
3,802PengikutMengikuti
5,719PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

informasi Terbaru