(PPM ZAMZAM) –  Program pemberdayaan santri kelas 12 Pondok Pesantren Modern (PPM) Zamzam Muhammadiyah tahun ajaran 2020/2021 selain ada pelatihan bagi santri kelas 12 putra yang terpilih untuk menjadi mudabbir atau asisten musyrif (wali asrama), juga ada pelatihan mudabbiroh untuk pertama kali bagi santri putri kelas 12 . Kegiatan berlangsung selama tiga hari pada  Selasa-Kamis, (7-9 Juli 2020), masing-masing di ruang kelas pondok putra dan di ruang serba guna gedung Fadillah bagi santri putri.

Dijelaskan oleh Wadir Ri’ayah Putri, Ustadzah Sofiana Hikmah, S.Pd.I., peran Mudabbiroh sangat dibutuhkan untuk bisa mengayomi dan mendidik karakter anggota yang lain, dalam hal ini,  para santri adik kelas di bawahnya. “Tujuan diadakan kegiatan ini  untuk memberikan pelatihan dasar kepemimpinan dan memahami peran sebagai mudabbiroh,” jelas Ustadzah Sofiana.

Diharapakan, lanjutnya, agar calon mudabbiroh dari kelas 12 yang terpilih nantinya bisa bekerja sama dalam memberikan keteladanan serta bisa mengukir sejarah yang baik sehingga kelak bisa menjadi pondasi yang kuat bagi periode berikutnya.

Penyelenggaraan kegiatan Basic Training For Mudabbir/oh ini sangatlah penting untuk diadakan  di awal tahun pelajaran, sebab untuk mempersiapkan pengkaderan para mudabbir/oh. Materi meliputi; Sosialisasi Covid-19, Pembangunan Karakter, Manajemen Waktu,  Tugas dan Tanggung Jawab  Mudabbir/oh, Metode Mengajar (Amaliyah Tadris),  Study Kasus (Psikologi Penanganan Anak), Laporan Bulanan/ Laporan Tugas Akhir Mudabbir.

Para pemateri yakni dari Gugus Covid-19 PPM Zamzam, Ustadz  Drs. H.M. Djohar, M.Pd., Ustadz Semi Priyatno, S.Pd., Ustadzah Sofiana Hikmah, S.Pd.I., Ustadz Pandi Yusron B.Sh., M.H.,  Taujih dan ustadzah Siti Chomsiyah, S.Pd. I.

“Tujuan kegiatan ini, untuk mencetak generasi yang berprestasi dalam hal akademik, berkarakter Islami dan  cinta Al qur’an, maka membutuhkan banyak tangan dalam mewujudkannya. Kedepannya tugas pokok Mudabbiroh adalah menjadi tangan kanan/ membantu tugas Musyrifah di dalam pembinaan dan keteladanan kepada santri dalam hal akhlak, ibadah, mental, kedisiplinan, tahsin/tahfidz, bahasa, dan juga semangat belajar,” tandas ustadzah Sofiana. (h)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *