TANAMKAN JIWA PEMIMPIN MELALUI LEADERSHIP CAMP SMP MBS ZAM-ZAM

PBB
PBB
Mountaineering
Mountaineering

Banyumas, InfoZamZam– Leadership Camp di Mako Brimob merupakan program pelatihan kepemimpinan, kedisiplinan, dan pembentukan karakter yang diselenggarakan satuan Korps Brimob Polri bekerjasama dengan MBS Zam-Zam. Pelatihan ini memanfaatkan fasilitas pangkalan (Mako) dan instruktur dari personel Brimob untuk menanamkan jiwa korsa, ketahanan fisik, serta mental kepemimpinan yang tangguh kepada para peserta.

Pada September 2026, kegiatan Leadership Camp khusus siswa kelas 9 SMP MBS Zam-Zam berlangsung dalam dua tahap. Pertama santri putra, pada sabtu-Ahad (19-20 September 2026). Pada tahap berikutnya khusus santri putri, pada Sabtu-Ahad (26-27 September 2026). Para santri dari kampus masing-masing dijemput dengan mobil truk dan bus Brimob untuk dibawa ke Markas Komando (Mako) Brimob di Purwokerto.

Setelah tiba di halaman, para santri mengikuti apel pembukaan yang dipimpin langsung oleh Komandan Kompi 2 Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jateng, AKP Setiajid. Peserta apel selain santri juga asatizah pendamping serta dari perwakilan MBS Zam-Zam dan tim instrukrur dari Mako Brimob.

Dalam apel pembukaan, Kepala Asrama Kampus 2, Ustazah Nur Lathifah, S.Sos,. mewakili MBS Zam-Zam melakukan penyerahan peserta/ santri secara simbolik, berupa panji MBS Zam-Zam kepada Komandan Kompi. Setelah apel, kemudian diperkalkan secara singkat para instruktur Brimob yang mendampingi santri selama camping berlangsung.

Setelah apel, peserta sesuai regunya masing-masing dengan tas dan perlengkapanya diarahkan instruktur agar menuju tenda.  Kegiatan awal berupa pengetahuan singkat dan praktik PBB.

Outbound
Outbound
Apel Pembukaan
Apel Pembukaan

Selesai makan malam, peserta masuk aula untuk menerima materi tentang pengetahuan Kenakalan Remaja. Dilanjutkan dengan renungan malam dan menyalakan api unggun serta penampilan kreasi siswa, dilanjutkan dengan Apel malam.

Pagi hari setelah Subuh ada kegiatan olah raga pagi, materi leadersip, dilanjutkan dengan outbond dan mountaineering. Dalam kegiatan ini peserta dibagi menjadi dua kelompok. Ketika kelompok pertama melakukan outbound, pada saat itu juga kelompok satunya  melakukan mountaineering.

Dalam praktik ini, peserta diberikan pengetahuan dasar mengenai alat dan fungsi alat serta daya kekuatannya untuk perlengkapan panjat/ turun tebing. Seperti Tali Karmantel, harness, Carabiner dan kaos tangan. Penjelasan itu untuk meyakinkan peserta bahwa alat-alat yang digunakan itu sesuai setandar keamanan. Sehingga peserta tidak perlu takut mencobanya.

Secara bergantian tiap lima santri melakukan panjat menara dalam kondisi sudah menggenakan perlengkapan untuk mountaineering. Setelah mendapatkan breefing dari instruktur, kemudian melakukan turun tower dengan bantuan tali yang dikawal para isntruktur secara ketat. *

Informasi Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Sosial Media

4,985FansSuka
3,802PengikutMengikuti
5,719PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

informasi Terbaru