
Banyumas, InfoZamZam – Qobilah Khalid bin Walid Pondok Pesantren Modern Zam-Zam Muhammadiyah/ SMA MBS Zam-Zam benar-benar unjuk gigi di ajang nusantara dalam perhelatan Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) ke-2. Tim solid ini berhasil meriah Juara Umum dalam kegiatan yang berlangsung empat hari pada Senin- Kamis (21 – 24 September 2026) di Bumi Perkemahan Coban Rondo Malang Jawa Timur.
Kejayaan yang diperoleh kontingen Hizbul Wathan gabungan Kampus 1 dan 3 SMA MBS Zam-Zam ini terdiri dari 10 personil. Tiga kejuaraan berhasil diboyong terdiri dari Juara 1 Ilqoul Qishshah oleh Adib Karsa Syahbandina Subejo; Juara 1 Pidato Bahasa Inggris oleh Ali Al Ridho; dan Athar Zabran Muazzam meraih Juara 1 Dirasah Islamiyah Fiqih tingat MA/SMA/ SMK. dari hasil perolehan kejuaraan ini akhirnya Qobilah Khalid bin Walid MBS Zam-Zam ditetapkan sebagai Juara Umum. Selain mendapatkan piala juga berhak mendapatkan uang pembinaan senilai Rp. 10.000.000,00.
Sebagaimana diberitakan, kegiatan nasional ini mempertemukan santri Muhammadiyah dan ’Aisyiyah dari berbagai daerah di Indonesia yang di antaranya banyak ajang perlombaan dan pentas seni.
Budaya Lokal

Hal menarik dikutip dari media Muhammadiyah Jawa Timur menyebutkan bahwa dalam ajang Pentas seni – santri MBS Zam-Zam pun merampas perhatian penonton dengan tampilan monolognya.
MBS Zam-Zam Cilongok tampil dengan monolog yang mengangkat dongeng tentang asal-usul nama Cilongok. Penampilan tersebut membawa cerita lokal ke atas panggung KSMN II sekaligus mengenalkan kekayaan budaya daerah kepada peserta dari berbagai wilayah Indonesia.,” tulisanya
Dijelaskan, kegiatan ini menjadi ruang bagi para santri Muhammadiyah untuk menunjukkan bahwa kehidupan pesantren tidak hanya identik dengan aktivitas belajar agama, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang kreatif, percaya diri, mencintai budaya, dan siap berkontribusi bagi bangsa. *h



