23.7 C
Purwokerto
Selasa, 16 Juli 2024
spot_img

MBS ZAM-ZAM SIAP WUJUDKAN PROGRAM KELAS INTERNASIONAL DAN KTAM-ISASI GURU KARYAWAN

(INFO Zam-ZAM) – SMP-SMA MBS Zam-Zam melalui Kepala Sekolah masing-masing menyatakan siap untuk mewujudkan program International Class Program (ICP) dan KTAM-isasi 100 persen untuk seluruh guru karyawan di bawah satuan lembaga Pondok Pesantren Modern (PPM) Zam-Zam Muhammadiyah Cilongok, Banyumas. Hal itu disampaikan Kepala SMP MBS Zam-Zam, Ustadzah Evy Nurhidayati, S.Pd., usai mengikuti acara Rakor (Rapat Koordinasi) Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan Pendidikan Nonformal (PNF) Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah di sebuah hotel di Solo pada Rabu-Kamis, (12-13/07/2023). Kegiatan dibuka oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, K.H. Dr. Tafsir. Diikuti para Kepala SMP/MTs, SMA/MA, SMK Muhammadiyah dan Pimpinan Dikdasmen Muhammadiyah se-Jawa Tengah sebanyak 498 peserta.

rakor
rakor
mou
mou

“Salah satu program wajib yang diikuti adalah penandatanganan kontrak kerja Majelis Dikdasmen dan PNF Wilayah dengan sekolah Muhammadiyah se-Jawa Tengah, tentang 100 persen kepemilikan KTAM bagi seluruh guru-karyawan di sekolah. Dokumen tersebut ditandatangani bersama oleh para Kepala Sekolah dan Ketua Majelis Dikdasmen PM Wilayah,” terang Ustadzah Evy.

Dijelaskan, kontrak kinerja sebagai MoU dengan sekolah Muhammadiyah dan Dikdasmen dalam mengimplementasikan program-program Dikdasmen dan PNF. MOU tersebut meliputi 100 persen KTAM, ICP, 20 besar peringkat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), Sekolah Mandiri dan Unggul, penerapan aplikasi EduMu.

“Kami mewakili SMP MBS dan Ustadz Pandi Yusron mewakili SMA MBS Zam-Zam menandatangai dua program yaitu 100 persen KTAM untuk seluruh guru – karyawan dan MoU program ICP,” kata Kepala SMP MBS Zam-Zam yang telah dikukuhkan sebagai salah satu pengurus Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Wilayah Jawa Tengah periode 2023-2027 dari Banyumas.

Ketua Majlis Dikdasmen dan PNF PWM Jateng, Dr. Iwan Junaedi, M.Pd., dan Bendahara PWM, Drs. Martono, M.Pd, dalam perbincangan di luar forum dengan Kepala SMP MBS, kata Ustadzah Evy, beliau sangat men-support  terhadap keikutsertaan MBS Zam-Zam di program ICP ini.

“Zam-Zam sekolah besar, sudah saatnya bersaing di tingkat internasional. Sebab kalau dengar Banyumas, semua langsung ingat icon Banyumas adalah Zam-Zam. Maka sering-seringlah ikut ajang nasional dan intenasional. Program-program daerah dan wilayah, itu zona nyaman bagi MBS Zam-Zam. Ayo mulai keluar dari zona nyaman. Kita akan dukung dan kawal program ICP Zam-Zam,” kata Dr. Iwan.

Dikatakan juga, sebagai penunjang untuk mewujudkan sekolah Muhammadiyah yang  memiliki kelas internasional sebagai bagian awal menuju internasionalisasi pendidikan Muhammadiyah, salah satunya, menciptakan iklim kebahasaan yang universal, semisal kepala sekolah atau guru yang sudah piawai berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris, wajib ditularkan kepada para guru yang lain.

RAKOR MAJLIS DIKDASMEN

Sebagaimana diberitakan, Rakor Majelis Dikdasmen dan PNF bertema Sekolah/Madrasah Jawa Tengah Siap Unggul, Mandiri Berbasis Al Islam dan Kemuhammadiyahan. Melalui sambutannya, K.H. Dr. Tafsir mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Rakor Dikdasmen dan PNF Muhammadiyah se-Jawa Tengah. Sekolah Muhammadiyah Jawa Tengah harus unggul dan berkemajuan. Untuk itu pengelolaan sekolah tidak bisa dilakukan secara konvensional maka perlu terobosan-terobosan baru.

“Alhamdulillah sekarang saya berada di Hotel Lor In Solo dalam rangka koordinasi Dikdasmen dan PNF Se-Jawa Tengah. Acara ini diikuti Kepala SMP/Mts, SMA/Ma Muhamamdiyah Se-Jawa Tengah. Atas nama PWM Jawa Tengah, saya menyampaikan apresiasi kepada Dikdasmen dan PNF atas terselenggaranya acara ini,” ungkapnya.

K.H. Dr. Tafsir berharap semoga dari Rakor ini kita dapat mencari solusi bagaimana memajukan dan membuat sekolah atau madrasah Muhammadiyah yang unggul. Bukan hanya unggul melainkan juga menjadi lembaga pendidikan pilihan utama masyarakat dan kebanggaan masyarakat. Upaya untuk mewujudkan hal itu, kita bisa lakukan salah satunya lewat rakor.

Terkait kemandirian Lembaga Pendidikan Muhammadiyah (industrialisasi sekolah Muhammadiyah), K.H. Dr. Tafsir mengungkapkan sekolah Muhammadiyah tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan finansial sekolah dari biaya SPP siswa dan bantuan pemerintah. Sekarang perlu ada kemandirian sekolah di bidang finansial.

“Kekuatan finansial sekolah salah satunya lewat industrialisasi yang dirintis oleh sekolah. Seperti alat-alat praktikum dimiliki sekolah bisa dimanfaatkan sebagai upaya produktif. Alat-alat tersebut tidak hanya untuk praktik siswa, tetapi mari kita manfaatkan untuk menjadi embrio berdirinya industrialisasi sekolah sehingga menambah finansial sekolah,” ungkapnya.

Berkenaan dengan ICP memang menjadi tantangan yang wajib dihadapi. Muhammadiyah kini sudah 100 tahun, tetapi nama sekolahnya belum kompetitif. Maka di era kompetisi ini sekolah Muhammadiyah harus berani  tampil berkompetisi tidak hanya lokal dan nasional, tetapi juga internasional sesuai dengan visi sekarang yakni internasionalisasi Muhammadiyah.

“Muhammadiyah mencerahkan semesta maka sudah saatnya sekolah Muhammadiyah tidak hanya berskala lokal dan nasonal, tetapi juga berskala global. Untuk itu, sekolah Muhammadiyah harus memiliki kelas internasional sebagai bagian awal menuju internasionalisasi pendidikan Muhammadiyah,” ungkap Kyai Tafsir. (H/EN).

Informasi Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Sosial Media

4,985FansSuka
3,802PengikutMengikuti
5,719PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

informasi Terbaru