Daurah Bahasa Arab PPM Zamzam: HADIRKAN NATIVE SPEAKER DARI SUDAN

Santri putri peserta daurah Bahasa Arab berfoto bersama dengan Narasumber , Syeh Ibrahim Eldaw Ibrahim Al Sudani

(PPM ZAMZAM) – Daurah Bahasa Arab yang diselenggarakan Pondok Pesantren Modern (PPM) Zamzam Muhammadiyah Cilongok bagi santri kelas IX B/ Bahasa (putra) dan IX F (putri) menghadirkan native speaker dari Sudan,  Syeikh Ibrahim  Eldaw Ibrahim Al-Sudani. Kegiatan berlangsung pada Senin- Sabtu, ( 9-21/12/ 2019) di Surya Hotel & Resort Baturraden. Dikatakan Syeikh Ibrahim, kegiatan untuk penajaman di bidang Bahasa Arab ini, sebagaimana disampaikan Ketua  Pelaksana Daurah, Ustadz Mansur Hidayat, Lc., bahwa program ini sangat tepat dan baik bagi santri dalam upaya mendalami pembelajaran bahasa, sebab menggunakan fasiltas media yang variatif dan tidak monoton.

“Saya yakin acara seperti ini sangat tepat dan baik, ketika biasanya anak-anak lebih banyak belajar di ruangan kelas dan  lebih sering berinteraksi dengan kitab/buku, di Daurah ini konsep belajar  mereka lebih banyak untuk praktek, terutama fokus berlatih berkomunikasi menggunakan Bahasa Arab di dalam  kegiatan apapun,” kata Syeikh Ibrahim.

santri putra peserta Daurah Bahasa Arab

Pemateri lain dalam dauroh ini Ustadz Pandi Yusron, Lc  M.H  (Pembina Daurah), Ustadz Mansur Hidayat, Lc., Ustadz Hendi Yudi Saputra, Lc., Ustadz Muhammad Rifa’i, Lc. dan Ustadz Muhammad Hassan, Ss.

Menurut Musyrif kelas IX B, Ustadz Wahyu Kholif R., dauroh Bahasa Arab merupakan kegiatan yang sangat luar biasa bagus, karena proses pembelajaran yang dipadukan dengan wisata alam membuat santri tidak jenuh atau bosan ketika mengikuti proses bimbingan Bahasa Arab oleh asatidz Ponpes Modern Zamzam. Semoga kegiatan dauroh ini bisa terus dilaksanakan pada kesempatan mendatang, mengingat pentingnya penguasaan bahasa, khususnya Bahasa Arab bagi santri Ponpes Modern Zam-Zam,” paparnya.

Melalui Daurah Bahasa Arab, santri selain belajar kaidah sekaligus mempraktikkan Bahasa Arab dalam keseharian selama program berlangsung. “Perkembangan kemampuan i’robul jumlah dan menerjemahkan mufrodat setelah dauroh pun mengalami kemajuan yang membanggakan. Mereka semakin tanggap menyebutkan posisi kata dalam sebuah kalimat dan kaidahnya. Saya harap kegiatan positif seperti ini menjadi program rutin yang kedepannya semakin meningkat kualitasnya dan menuai hasil yang lebih baik lagi,” kata Musyrifah kelas IX F, Ustadzah Annisa Yuni Thorika berharap. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *