SANTRI KELAS 9 SMP MBS ZAM-ZAM  ‘NGAJI’ DAUR ULANG SAMPAH DI TPSP BLE

Banyumas, InfoZamZam- Menerjemahkan makna menjaga kebersihan, tidak berhenti pada membuang sampah di tempatnya. Sebagai santri pembelajar diberi kelonggaran berfikir dan merenung. Bagaimana jika setelah sekian waktu sampah itu menumpuk di tempatnya?

Kunjungan Edukasi
Kunjungan Edukasi
Kunjungan Edukasi
Kunjungan Edukasi

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) Banyumas sebagai jawaban ringkas atas persoalan tersebut. Maka, melalui Implementasi Pembelajaran Kontekstual: santri kelas 9 SMP MBS Zam-Zam melakukan Kunjungan Edukasi FunSains IPS ke TPST BLE Banyumas. Kegiatan dilakukan menjadi dua tahap, yaitu untuk santri putri yang dilakukan pada Sabtu (19 September 2026), sedangkan santri putra pada Sabtu (26 September 2026).

Dikatakan salah seorang guru pendamping, Ustazah Ika, kegiatan ini sebagai wujud komitmen dalam menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan kontekstual.

“​Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi juga mengamati serta mempraktikkan langsung tata kelola sampah yang berkelanjutan,” terang Ustazah Ika.

Dijelaskan, materi ini diintegrasikan secara komprehensif dengan capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan 15 (Ekosistem Daratan).

Agar santri dapat memahami proses dan fungsi secara menyeluruh, maka selama kegiatan edukasi lapangan ini dipandu langsung oleh narasumber professional terdiri dari Kepala UPT, Edy Nugroho. Beliau menyampaikan paparan strategis mengenai sistem pengelolaan sampah terpadu daerah. Juga oleh Tim Pengelola, Sutarno dan Miko. Mereka memberikan bimbingan teknis mengenai alur pemilahan dan proses pengolahan limbah secara langsung di fasilitas TPST.

Kepala SMP MBS Zam-Zam, Ustazah Evy Nurhidayati, S.Pd., berharap hasil dari kegiatan “mengaji”di lapangan ini keluaran (output) utamanya untuk pembentukan karakter dan kesadaran ekologis peserta didik.

“Diharapkan, wawasan yang diperoleh dapat diimplementasikan secara konkret dalam mewujudkan budaya ramah lingkungan serta menjaga kebersihan di kawasan pesantren,” pungkasnya. *h

Informasi Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Sosial Media

4,985FansSuka
3,802PengikutMengikuti
5,719PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

informasi Terbaru