PESAN MUDIR KEPADA WALI SANTRI SMP KELAS 9 #Pembelajaran dan Pembiasaan Seiring sejalan di MBS Zam-Zam

Pesan Mudir
Pesan Mudir
wali santri kelas 9
wali santri kelas 9

Banyumas, InfoZamZam – Pertemuan Walisantri kelas 9 SMP MBS Zam-Zam berlangsung pada Jumát (9 Oktober 2025) untuk wali santri putri, sedangkan walisantri putra berlangsung pekan berikutnya pada Jumat, (16 Oktober 2025) di Aula Kampus 3 MBS Zam-Zam.
Pada pertemuan itu, Mudir MBS Zam-Zam, Ustaz Arif Fauzi, Lc., M.Pd., memberikan sambutan sekaligus tausiyah motivasi. Point-point penting yang disampaikan terkait parenting anak yang notabene bagi para walisantri yang putra putrinya sedang jihad menimba ilmu di MBS Zam-Zam. Secara umum, Direktur kembali mengingatkan wali santri melalui tema ‘Jangan berhenti di tengah jalan. ‘
Beliau berharap kepada segenap wali santri agar putra-putrinya yang kini duduk di kelas 9 SMP MBS Zam-Zam, setelah lulus jenjang SMP –sebagaimana akad perjanjian di awal tahun masuk pesantren– untuk melanjutkan ke jenjang SMA MBS Zam-Zam. Beliau membuat perumpamaan, ketika dalam sebuah perjalanan dengan menggunakan mobil, niscaya disertai keinginan untuk sampai di tempat tujuan secara paripurna. Akan tetapi, jika sampai mogok di tengah jalan, maka itu sangat disayangkan. Apa yang terjadi, bisa terjadi.
Selain itu, Ustaz Arif juga mewanti-wanti agar begitu para walisantri membawa pulang putra atau putrinya dalam agenda perpulangan ini, sekali lagi menggarisbawahi bahwa liburan bukan berarti libur dari berakhlak mulia. Melalui para orangtuanya, santri diharapkan membuktikan hasil pendidikannya melalui perubahan perilaku nyata di rumah masing-masing.
“Di pesanten selama 24 jam santri selalu dididik sejak bangun tidur sampau mau tidur lagi. Banyak alarm yang selalu membuatnya terjaga, baik untuk salat berjamaah, untuk membaca al Quran, halaqah dan kegiatan sekolah. Para musyrif/ musyrifah dan para guru yang membunyikan alarm itu. Setelah di rumah, maka yang menjadi alarm adalah bapak ibu sekalian. Jangan sampai begitu di rumah, apa yang telah dilaksanakan di pesantren kemudian tidak dilakukan di rumah,” pesan Mudir.
Selain itu, selaku Direktur, Ustaz Arif juga kembali mengingatkan pentingnya kembali meluruskan niat, bahwa awalnya niat mondok enam tahun. Kemudian karena satu dan lain hal, akhirnya baru di tengah jalan malah belok arah. Hal ini menjadi penting karena baik pihak pesantren m,aupun para orang tua harus sama-sama saling berupaya untuk mewujudkan cita-cita putra putrinya.
“Kita punya harapan, cita-cita, punya visi, anak di pondok agar salatnya terjaga, lingkungannya terjaga, itu adalah salah satu manfaat. Dan lingkungan yang islami ini perlu diupayakan. Karena menjadi warna apa rapot anak kita itu, ada desain dari orang tua juga. Kalau orang tua salah menaruh anak di lingkungan yang tidak pas, niscaya akan berdampak kepada anak kita. Bukan hanya satu-dua hari tetapi bisa selamanya,” Mudir menadaskan.
Selain itu, penyampaian informasi terkait agenda kelas 9 di penghujung semester disampaikan oleh Kepala SMP MBS Zam-Zam pada pertemaun pertama. Sedangkan pertemuan berikutnya oleh Waka SMp MBS Zam-Zam. Terkait informasi program pendidikan tingkat lanjutan yakni Program SMA MBS Zam-Zam disampaikan oleh Kepala SMA MBS Zam-Zam pada pertemuan awal, sedangkan pertemuan berikutnya oleh Waka SMA MBS Zam-Zam. *h

Informasi Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Sosial Media

4,985FansSuka
3,802PengikutMengikuti
5,719PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

informasi Terbaru