#PENUTUPAN DAUROH TAHFIDZ

(INFO ZAMZAM) – Gelar Closing Muhadhoroh Santri putri Pondok Pesantren Modern (PPM) Zamzam Muhammadiyah Cilongok yang dilaksanakan pada Ahad, (11/04/2021) tidak semata-mata menampilkan pidato pilihan dalam tiga bahasa, meliputi pidato bahasa Inggris, bahasa Indonesia dan bahasa Arab. Rangkaian acara yang bertempat di panggung utama PPM Zamzam putri itu diwarnai unjuk kebolehan bermacam seni panggung yang memukau santri dan tamu undangan, meliputi tampilan baca puisi berantai, gerak tari bahasa simbol, performance jurus Tapak Suci, operet, senandung populer, drama komedi, kontes busana dan penutupan Dauroh Tahfidz Putri.    

Menurut Penanggung Jawab kegiatan, Ustadzah Alfia Nur Cahyaningsih, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan malam puncak dari rentetan kegiatan muhadhoroh pesantren putri yang dilakukan setiap pekan selama santri mengikuti pembelajaran daring di rumah masing-masing akibat adanya pandemi covid-19.

“Tujuannya untuk melatih kemampuan dakwah para santriwati,” kata Ustadzah Alfia yang juga Kabag Bahasa PPM Zamzam putri. Meski secara seremoni kegiatan telah di-closing, itu bukan berarti aktivitas dakwah para santri lantas berhenti. “Tidak, kita harus tetap melanjutkan syiar Islam, kita harus berdakwah  di manapun dan kapanpun dan kita harus selalu semangat menegakkan dienul Islam,” ujarnya mengingatkan secara tegas.

Diharapkan, para santri putri dalam kegaiatan dakwah harus selalu semangat dan pantang mengeluh. Menurutnya, kunci kesuksesan ada tiga. Yakni hadapi, hayati dan nikmati. “Hadapi apa yang terjadi di depan kita, hayati semua apa yang kita lakukan, dan setelah kita sukses, maka nikmatilah,” katanya menyulut semangat para santri yang hadir maupun pemirsa yang mengikuti acara melalui channel youtube: Ponpes Zamzam Official.  

SILAKAN BUKA di SINI: https://www.youtube.com/watch?v=HDk3GkiHTwQ

Dalam sabutannya, Mudir PPM Zamzam, ustadz Arif Fauzi, S.Pd.I., Lc., menjelaskan bahwa closing muhadoroh itu diawali kegiatan muhadhoroh yang dilakukan di pesantren maupun dilakukan secara daring di rumah. “Alhamdulillah, Allah mengumpulkan kita semua di bulan April ini. Mudah-mudahan kegiatan yang dilakukan pondok pesantren, mulai dari pembelajaran tatap muka hingga kegiatan kepondokan yang dilakukan di bulan suci Ramadhan ini menyempurnakan kegiatan-kegiatan 11 bulan sebelumnya yang hanya dilakukan secara virtual, tentu serba dengan segala keterbatasan,” terangnya. 

Disampaikan, bahwa awal kesuksesan itu dimulai dari kita bersusah-susah. Santriwati mungkin saat awal muhadhoroh merasa gemetar. Ada yang awal muhadhoroh seperti orang membaca Al Qur’an, satu huruf pun tidak ada yang terlewat semua teks dibaca. Ada juga yang sudah lihai dan mahir, sehingga cukup dengan hanya membaca sekali lalu membuat point-point saja. Paling penting, para santri tetaplah berlatih, baik muhadhoroh yang dilakukan di depan santri lain, ataupun ketika nanti terjun di masyarakat, atau setelah menjadi ustadz/ ah baik di Ponpes Zamzam atau Pondok pesantren yang lain. Sebab ada banyak Ponpes yang meminta agar santriwati atau alumni PPM Zamzam untuk ditempatkan di pondok binaan baik di Tegal, Margasari, Banjarnegara, dan lainnya. Ternyata umat atau pesantren tersebut membutuhkan maka jangan sampai mengatakan ‘saya pikir-pikir dulu’, jika peluang itu diabaikan, bisa jadi nanti akan diganti orang lain.

“Jangan sampai santriwati Zamzam ketika dibutuhkan untuk mengamalkan ilmunya, lantas mengatakan saya pikir-pikir dulu, sambutlah karena itu merupakan ladang amal sholih,” kata ustadz Arif mengingatkan.  Adapun penutupan Muhadhoroh dilakukan oleh Ketua Dewan Pembina PPM Zamzam, Bapak haji Casiwan HS. Beliau turut bersyukur karena para santri sudah bisa kembali ke pesantren dan mengikuti kegiatan pembelajaran secara langsung. Pak haji juga sangat mengapresiasi terhadap para santri yang telah berhasil menghafal berpuluh juz hingga yang khatam tahfidz Al Qur’a. (h)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *