(PPM ZAMZAM) – Tim Kesehatan Puskesmas Cilongok 1 melakukan Tes Kesehatan berupa Screening terdiri dari Rapid Test  dan Swab Test terhadap sejumlah santri dan ustadz/ustadzah Pondok Pesantren Modern (PPM) Zazam Muhammadiyah Cilongok,  pada Senin, (20/07/2020) di pondok putra.

Dijelaskan oleh Petugas Kesehatan Puskesmas Cilongok 1, Ibu Sri Marheni A.Md. KL., bahwa Sreening test dilakukan terhadap 50 santri, Rapid Test dilakukan terhadap 20 santri baik putra maupun putri, dan Swab test hanya kepada 10 ustadz/ ustadzah yang kontak langsung dengan santri.

“Dari 20 santri ini setelah menjalani Rapid Test, begitu hasil wawancara ada keluhan penyakit misal batuk, pilek,  maka langsung diperiksa dan diresepi oleh dokter, kemudian diberi obat yang bisa diambil di Puskesmas oleh ustadzahnya. Rapid Test diutamakan terhadap santri yang dari luar daerah. Untuk Swab Test hasilnya baru bisa diketahui sekitar satu pekan. Kalau Rapid Test dalam sehari bis keluar hasilnya. Jika hasilnya reaktif nantinya akan mendapatkan penanganan Swab Test lagi, tetapi tidak hari ini. Mudah-mudahan yang 20 hasilnya negatif semua. Aamiin,” katanya.

Disampaikan oleh Ketua Gugus Covid-19 PPM Zamzam, ustadz M. Thoriq Nur I. S.Pd.I., mengenai hasil rapid Tes. “Kami sampaikan jazakumullah khairan atas kerjasama semua pihak sehingga kegiatan rapid dan sweb tes hari ini berjalan lancar. Hasil sementara, untuk rapid-test 20 anak (10 putra dan 10 putri) menunjukkan negatif. Alhamdulillah…. Selanjutnya kita menunggu hasil swab-test 10 pegawai yang kira-kira sepekan depan akan keluar in syaa Allah. Semoga hasil swab-test juga menunjukkan negatif. Amin,” jelasnya. Syukron ‘ala husni ihtimamikum.

Tim Medis terdiri dari dua kelompok dan masing-masing menangani Rapid Test dan Swab Test. Terdiri dari 3 dokter, termasuk Kepala Puskesmas Cilongok 1, dr. Nurul Eka Santi dan dua dokter lainnya. 2 petugas laborat, 5 petugas kesehatan lain dan 1 bidan desa.

Sebagaimana dikeahui, Screening Covid-19 dilakukan oleh petugas medis yang berkompeten sesuai dengan pedoman protokol penanganan Covid-19 yang diterbitkan Kementerian Kesehatan. Screening bisa dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas hingga rumah sakit. Berdasarkan protokol penanganan Covid-19, ada dua cara screening Covid-19 yang bisa dilakukan oleh Tim Kesehatan Puskesmas. Cara pertama adalah Rapid Test untuk memeriksa keberadaan antibodi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel darah terduga pasien corona. Cara kedua adalah lewat Swab Test dengan metode polymerase chain reaction (PCR). Pemeriksaan ini dijalankan dengan mengambil sampel cairan dari pangkal hidung atau tenggorokan pasien.

Rapid test dilakukan sebagai langkah deteksi awal seseorang terinfeksi virus atau tidak.  Rapid Test  merupakan standar umum. Kalau Swab Test bisa menentukan positif atau negatif. Rapid untuk mengetahui virus, namun belum tentu virus yang ada itu di situ virus corona. Kalau Rapid Tets kemudian hasilnya reaktif, maka harus di- Swab untuk mengetahui posotif atau negatif,” pungkas Bu Heni. (h)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *