Hadirkan Master Trainer Nasional

(INFO ZAMZAM) – Satuan pendidikan SMP dan SMA MBS Zam-Zam –Pondok Pesantren Modern (PPM) Zam Zam Muhammadiyah Cilongok pada tahun ajaran 2022-2023 telah mempersiapkan keterlibatannya dalam menjalankan Kurikulum Merdeka pada tahun ini hingga kedepannya. Untuk lebih memahami Implementasi Kurikulum Merdeka, para guru terutama guru pengampu mapel umum dan Pendidikan Agama Islam (PAI) mengikuti In House Training (IHT) selama tiga hari, Selasa-Kamis (7-9/juni/2022), menghadirkan pemateri seorang Master Trainer Nasional, Bangun Pracoyo, S.Pd., M.Pd., di PPM Zam Zam putra pusat, Pernasidi, Cilongok. Menurut Kepala SMA MBS Zam-Zam, Ustadz Pandi Yusron, B.Sh., M.H., kegiatan ini sebagai bentuk pelatihan, pembekalan dan pendalaman bagi para guru.

“Tujuan kegiatan IHT ini agar para ustadz memahami kebijakan terkait penerapan Kurikulum Merdeka. Yakni memahami bagaimana strategi, methode, implementasi bagaimana menjalankannya. Selain itu, agar Kurikulum Merdeka yang akan kita laksanakan itu bisa berjalan dengan baik dan maksimal,” terang Ustadz Pandi.

Secara garis besar, Bangun Pracoyo menjelaskan bahwa Kurikulum Merdeka dalam praktiknya akan mengutamakan diferensiasi. Yakni praktik pembelajaran yang lebih memahami adanya potensi perbedaan kemampuan karakter siswa.

“Jadi ini lebih sangat memperhatikan perbedaan individu dari siswa. Selain itu, kurikulum ini diharapkan meningkatkan literasi dan numerasi bangsa Indonesia, terutama para siswa,” urainya ringkas.

Dikatakan Bangun, secara umum literasi dan numerasi bangsa Indonesia itu lemah. Oleh karena itu dengan Kurikulum Merdeka diharapkan literasi dan numerasi meningkat. Terutama khasnya adalah untuk membentuk karakter bangsa Indonesia yang ber-Profil Pelajar Pancasila.

Lantas trainer yang juga Asesor Guru Penggerak dan Sekolah Penggerak ini, menjelaskan sekilas perbedaan antara Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum 13, katanya, kurikulum ini lebih sederhana. Jika sebelumnya ada ‘momok’ para guru yang merasa dikejar-kejar materi pembelajaran, sedangkan dalam kurikulum ini tidak ada keluhan itu lagi. Materinya lebih sedikit, tetapi mendalam.

“Perbedaan kedua, tentang proses pembelajaran. Dalam Kurikulum Merdeka, proses pembelajaran lebih menggembirakan dan membahagiakan siswa. Jadi tidak ada lagi pembelajaran yang membosankan. Harapannya, kurikulum merdeka itu lebih merdeka. Dan paling utama adalah di intrakurikuler. Kalau dulu hanya tatap muka untuk mata pelajaran. Sekarang tidak. Sekarang di intrakurikuler ada yang mapel dan terdapat projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila. Dimana dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah,” jelasnya.

Pemateri kedua disampaikan oleh Waka SMA MBS Zam-Zam, ustadzah Ari Eka Setyaningrum, S.Pd. sedangkan rangkaian materi yang disampaikan para nara sumber yaitu: Kebijakan Kurikulum Merdeka dan Strategi Implementasi di Sekolah; Perangkat Kurikulum Merdeka (CP, TP, ATP, dan Modul Ajar); Praktik Menurunkan CP ke TP dan ATP; Praktik Menyusun Modul Ajar Kurikulum Merdeka; Presentasi Modul Ajar Kurikulum Merdeka; Pembelajaran Berbasis Projek – Projek Profil Pelajar Pancasila; Praktik Menyusun Projek; Asesmen Kurikulum Merdeka.

Dikatakan ketua panitia IHT yang juga Kabag Kurikulum, Ustadz Wartono, S.P., adapun kebijakan Kurikulum Merdeka ini akan diterapkan pada tahun ajaran 2022-2023 untuk kelas 7 SMP MBS Zam-Zam dan kelas 10 SMA MBS Zam-Zam. (h)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.