29 C
Purwokerto
Senin, 20 Mei 2024
spot_img

DIREKTUR PONTREN MODERN ZAM-ZAM: Menulis Memiliki Nilai dan Makna Strategis Bagi Pencerahan Alam Sekitar

#NGAJI LITERASI BERSAMA PENULIS BUKU BEST SELLER Gramedia
(INFO Zam-ZAM) – Direktur Pondok Pesantren (Pontren) Modern Zam-Zam Muhammadiyah Cilongok, Ustadz Arif Fauzi, Lc., M.Pd., sangat mendorong kepada para santrinya untuk bisa memaksimalkan daya kreatif mereka terkhusus di bidang literasi (kepenulisan). Hal itu beliau ungkapkan ketika menyampaikan sambutan dalam kegiatan ‘Ngaji Literasi’ bersama penulis buku ‘Obat Malas Dosis Tinggi’ (OMDT) bersama penulisnya, ustadz Khalifa Bisma Sanjaya yang punya nama asli Muhammad Nur. Kegiatan yang disertai dengan bazar buku dari Gramedia ini digelar pada Jum’at (10/03/2023) di aula Kampus 2.
“Kegiatan ini tentunya memiliki nilai dan makna yang strategis. Apalagi bagi santri yang sedang mondok di Pontren Modern zam-Zam. Banyak karya yang belum kita tulis. Kalau kita mau duduk merenung, berpikir dan kita bisa menuangkan ide-ide yang cemerlang, pikiran-pikiran yang belum pernah ditulis oleh orang – orang sebelum kita, maka insya Allah akan bisa membuat pencerahan bagi alam sekitar kita,” papar Ustadz Arif.
Direktur sangat mendorong bagi segenap santri untuk benar-benar kreatif dalam hal kemampuan meluangkan waktunya semaksimal mungkin, terutama dalam kegiatan berliterasi, yakni membaca dan menulis. “Kita tidak akan bisa menulis, kecuali setelah banyak membaca. Sebab kalau asal menulis, mungikin akan jauh dari makna yang sangat dalam.” Tandas ustadz Arif yang sejak tahun 2011 telah menulis buku hingga kini sekitar enam judul dan telah diterbitkan baik di Solo maupun penerbit di Jakarta, juga ada yang dijual di toko buku Gramedia.
Dalam talk show ‘Ngaji Literasi’ Ustadz Khalifa Bisma selain menyampaikan sejumlah motivasi terkait kiat-kiat menulis dan menyikapi kendala-kendala ketika sedang menyusun karya tulisnya, juga disertai dengan quis berhadiah buku dan joke-joke serta kiat menarik serta mengungkap sekilas dari ringkasan buku karyanya yakni OMDT.
Dikatakan bahwa buku OMDT yang tergolong best seller ini terdiri dari 50 Bab. Buku ini sangat penting bagi anak dan orang tuanya karena berisi nasihat yang bagus untuk menangkal sifat malas yang kerap datang tanpa kendali. Buku OMDT ini juga menarik karena semua terintegrasi dalam mendeskripsikan suatu fenomena dan problema serta jalan keluarnya, sekaligus memberikan solusi utuh dari persoalan bangsa yang semakin memprihatinkan.
Pada bab satu buku ini, diawali dengan perumpamaan, ‘Manusia Ibarat Pohon.’ Pohon pertama berdaun lebat namun tidak berbuah. Menggambarkan anak yang berbakti, suka bersedekah, cinta fakir miskin akan tetapi malas salat, malas mengaji, tidak suka memikirkan akhirat dan hubungan dengan Allah kurang baik. Pohon kedua seumpama pohon yang buahnya lebat, namun tidak berdaun. Pohon ini ibarat orang yang rajin salat, mengaji, rindu akhirat, namun kurang baik terhadap orang tua, kepada guru, malas belajar dan egois. Intinya dengan Allah baik, tapi dengan manusia kurang baik. Sementara pohon ketiga, selain buahnya banyak, daunnya juga lebat. Artinya, hubungan dengan Allah dan hubungannya dengan manusia sama-sama baik.
“Ada juga orang yang ibarat pohon yang tidak berdaun dan juga tidak berbuah hanya dipenuhi dahan dan ranting. Pohon ini cocok sebagai apa?” Ustadz Khalifa bertanya kepada audiens. Lalau salah seorang santri menjawabnya, katanya pohon jenis terakhir sangat cocok untuk dijadikan kayu bakar.
“Nah, itu menunjukkan sifat seseorang yang tidak baik hubungannya dengan manusia juga dengan Allah. Melakukan apapun kebaikan tidak mau, belajar dan beribadah ogah-ogahan, kepada orang tua dan guru tidak patuh, berwatak jelek, sering cemberut, tidak ikhlas dalam beribadah. Inilah pemalas. Hidupnya bagai kayu kering yang merana. Para pemalas inilah yang akan menjadi bahan bakarnya api neraka. Naudzubillahmindzalik,” tandas Ustadz Khalifa beramsal.
Di sela-sela Ngaji Literasi, acara juga diisi dengan pengumuman bagi para santri juara dalam lomba Karya Tulis dan Seni (LKTS) ke-3 tahun 2022. Para santri yang berhasil memperoleh juara, mereka berhak mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan, piagam dan buku Lentera jilid 3 yang berisi karya tulis pilihan. (h)

Informasi Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Sosial Media

4,985FansSuka
3,802PengikutMengikuti
5,719PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

informasi Terbaru