(PPM ZAMZAM) – Bupati Banyumas, Ir. H. Achmad Husein mengunjungi Pondok Pesantren Modern (PPM) Zamzam untuk melihat secara langsung kondisi dan persiapan PPM Zamzam Muhammadiyah Cilongok yang akan melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di masa New Normal, tahap pertama mulai Senin (6/7/2020) untuk santri SMA kelas 12. Hal itu sebagaimana disampikan Direktur PPM Zamzam, Ustadz Arif Fauzi, S.Pd.I., Lc. Saat memberikan sambutan di hadapan Pak Bupati, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Cilongok, Dewan Pembina PPM Zamzam para tamu yang hadir di aula Pondok Zamzam Putri, Jum’at (26/Juni/2020).


Dalam pidatonya, Bupati Banyumas, Ir. H.  Achmad Husein menyampaikan secara tegas mengenai Covid -19 merupakan penyakit yang sangat berbahaya bagi semua orang. Untuk itu tanpa kecuali setiap orang harus menerapkan sikap disiplin yang tinggi dengan cara selalu menjalani protokol kesehatan sebagai upaya mencegah dan memutus penularan virus yang diakui sebagai penyakit misterius itu.


“Kriteria Covid 19 itu ada dua. Pertama penyakit ini akan menjadi biasa saja dan tidak berbahaya bagi anak-anak muda yang imunitasnya tinggi. Umurnya berkisar antara 14 – 30 tahun. Kami melihat, jika virus ini menyerang pada orang di usia muda rata-rata menunjukkan gejala sangat ringan atau tanpa gejala sama sekali dan masuk dalam kategori sebagai penyakit biasa,” papar Bupati Husein.
Menurutnya, yang ditakutkan jika virus menular pada anak muda, meski jenis virus ringan namun ketika kebetulan kondisi tubuhnya tidak vit maka bisa menimbulkan gejala yang berat. Atau akibat ada penyakit bawaan lain yang dideritanya, sehingga  akan berdampak menjadi penyakit berat dan bahaya.


Kriteria kedua, lanjut Pak Bupati, bagi orang yang sudah berusia lanjut, di atas 50 tahun, apalagi dia punya penyakit bawaan lain seperti diabetes, jantung, darah tinggi dll., maka akibatnya juga fatal.
“Disimpulkan, penyakit ini berbahaya bagi orang yang usianya lebih dari 50 tahun dan tidak berbahaya bagi orang berusia di bawah 50 tahun dalam kondisi sehat. Tetapi walaupun muda jika imunitasnya rendah maka penyakit ini tetap berbahaya,” tegasnya seraya mengingatkan agar semua orang jangan sampai lengah sedikitpun.
Pak Bupati juga menyampikan tentang pentingnya protokol kesehatan seperti penggunaan masker yang benar sesuai aturan serta filosofi bermasker, yang tidak sekedar dapat mencegah orang lain agar tidak tertular penyakit dari mulut kita atau kita tidak tertular dari orang lain melalui hidung dan mata kita. Lebih dalam, penggunaan makser merupakan bagian dari amal yang bernilai ibadah dan Isya Allah akan mendapat ganjaran dari Allah subhanahu wata’ala.


Sebelumnya ustadz Arif juga menyampaikan mengenai keadaan pondok yang insyaAllah kondisinya sehat dan pada tahun ajaran 2020/2021 ini siap untuk  memberlakukan pembelajaran baik secara online bagi santri yang ada di luar negeri dan luar daerah di Indonesia serta belajar offline bagi santri yang sudah berada  di  pondok. (Tahapan masuk santri untuk mengikuti pembelajaran offlen: Baca di https://ponpeszamzam.com/pemberitahuan-pemberangkatan-santri-ppm-zamzam-muhammadiyah/)
“Alhamdulillah santri baru kita akan diserahterimakan secara virtual pada tanggal 12 Juli 2020. Dengan harapan seluruhnya bisa mengikuti dan diharapkan seluruh santri bisa mengikuti KBM secara online,” katanya.


Dijelaskan pula bahwa Pesantren Zamzam pada pembelajaran tahun ini akan membuka banyak program dengan penajaman pada program kelas bahasa, kelas science , baik natural science dan sosial science, serta kelas tahfizh.
Sebelum meninjau PPM Zamzam dan beramah-tamah dengan tamu dan para asatidz, Bupati Husein terlebih dulu mengikuti shalat Jum’at di masjid Baitul Matien Komplek Perguruan Muhammadiyah Cabang Cilongok, sebelumnya transit di aula gedung SMP Muhammadiyah disambut oleh Takmir masjid Ustadz Drs. H. Agus Miftah, Ketua PC Muhammadiyah Cilongok, haji Casiwan HS dan Kepala SMP MBS Zamzam ustadz Drs. M. Djohar M.Pd. (h)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *